![]() |
Orang Indonesia Menjadi Inspirasi Fitur BBM Yang Baru |
KOMPAS.com — Gary Klassen, namanya mungkin tak banyak
dikenal oleh pengguna BlackBerry Messenger (BBM) di dunia. Meski begitu,
mungkin pria inilah yang paling "berjasa" di balik layanan pesan instan
itu.
Bersama dengan satu orang lainnya, Klassen-lah yang
mengerjakan proyek BBM pada 2005 silam. Kini, di tengah keterpurukan
BlackBerry, BBM menjadi salah satu hal yang tetap "seksi" dari
perusahaan tersebut, dengan jumlah pengguna mencapai kisaran 60 juta.
Pencipta BBM ini ternyata memiliki pandangan unik tentang Indonesia, negeri yang akrab dengan BlackBerry. Saat berbicara dengan perwakilan situs Lhaini.com
pada gelaran BlackBerry Jam Asia 2013, Klassen mengungkapkan bahwa
perusahaan tersebut menaruh perhatian khusus kepada pengguna BBM Tanah
Air.
"Kami melihat cara (pengguna Indonesia) memakai BlackBerry
Messenger. Mereka harus tahu bahwa mereka telah menginspirasi kami untuk
menambahkan fitur-fitur seperti BBM Channel," ujar Klassen.
BBM Channel adalah satu fitur baru yang rencananya akan ditambahkan ke BBM. Channel memungkinkan pengguna untuk berlangganan (subscribe) sebuah kanal yang dikelola oleh brand atau pengguna lain, mirip dengan mekanisme Twitter. Tujuannya adalah membuat koneksi yang lebih kuat dengan merek atau perusahaan/figur tertentu dengan audience di BBM.
Klassen tidak merinci
apa persisnya perilaku pengguna Indonesia yang memberi "inspirasi"
untuk pengembangan BBM, tapi dia mengaku tahu kebiasaan orang Indonesia
yang melakukan kegiatan bisnis seperti menjual produk dengan
memanfaatkan BBM.
Sejak pertama diperkenalkan Mei lalu, hingga
kini BBM Channel masih berada dalam tahap beta di BlackBerry Beta Zone.
Klassen belum bisa mengungkap kapan fitur tersebut akan difinalisasi dan
resmi ditambahkan ke dalam BBM. Dia berjanji pihaknya akan
merealisasikan hal itu secepat mungkin.
"Kami tahu bahwa pengguna
Indonesia sangat mengantisipasi fitur yang satu ini, kami pun demikian.
BlackBerry ingin membuat semuanya menjadi lebih mudah, kami
mendengarkan dan memperhatikan pengguna di Indonesia," ucap Klassen.